Penjelasan Jasa Marga Tentang Penanganan Transaksi Pengguna Jalan Dengan E-Toll Berbeda di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto

6/21/2019 3:48:25 PM
Release

PRESS RELE​ASE

PT JASA MARGA (Persero) Tbk.


Nomor : 129/2019 Tanggal 21​ Juni 2019

 
Penjelasan Jasa Marga Tentang Penanganan Transaksi Pengguna Jalan Dengan E-Toll Berbeda di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto

Jombang (21/06) - Menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial mengenai transaksi pengguna jalan yang menggunakan Uang Elektronik (UE) berbeda di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengkonfirmasi bahwa berita tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan sebagaimana berikut:

1. Pengenaan denda sebesar dua kali tarif tol jarak terjauh pada jalan tol dengan sistem tertutup

Kasus yang dialami pengguna jalan adalah tidak dapat menunjukkan bukti tanda masuk yang benar saat membayar tarif tol akibat dari penggunaan uang elektronik (UE) berbeda.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 15 Tahun 2005, maka pengguna jalan wajib membayar dua kali tarif tol jarak terjauh di mana jarak terjauh barrier to barrier cluster 3 adalah Gerbang Tol (GT) Banyumanik s.d GT Warugunung, yakni Rp326.000. Jadi, pengguna jalan yang telah melanggar ketentuan tersebut dikenakan denda sebesar Rp652.000.

2. Jika Saldo UE Tidak Cukup, Tap Terlebih Dahulu Lalu Ganti Dengan UE Yang Baru

Hal ini tidak benar dan berpotensi untuk membingungkan pengguna jalan lainnya. UE yang tidak di-tap di gerbang asal perjalanan, maka tidak akan pernah bisa menyelesaikan transaksi pengguna jalan. UE yang ditap di awal berfungsi untuk merekam asal gerbang untuk menentukan besaran tarif yang pengguna jalan harus bayarkan di pintu keluar.

3. Penggantian Denda Dua Kali Jarak Terjauh Menjadi Denda Asal Gerbang Salah (AGS)

Untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi pengguna jalan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 15 Tahun 2005, PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM) selaku operator Jalan Tol Surabaya-Mojokerto mengambil kebijakan untuk pengenaan denda tanpa asal gerbang masuk atau Asal Gerbang Salah (AGS).

PT JSM mengenakan tarif dari asal gerbang (Jombang)-Penompo sebesar Rp 29.000 secara tunai kepada pengguna jalan yang melanggar ketentuan tersebut.

4. Inisiatif Petugas Untuk Memanggil Patroli Jalan Raya (PJR) Jika Denda Tidak Dibayar

Berdasarkan prosedur internal PT JSM, kehadiran PJR dimaksudkan untuk menyaksikan jalannya proses pembayaran denda yang dilakukan oleh pengguna jalan kepada PT JSM.

5. Ketidaktahuan Pengguna Jalan Untuk Menggunakan UE Yang Sama

PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM), kelompok usaha Jasa Marga yang mengelola Jalan Tol Surabaya-Mojokerto telah melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan sejak awal berlaku Elektronifikasi Jalan Tol pada Oktober 2017, salah satunya dengan menggunakan media luar ruang seperti spanduk, banner, sticker, Variable Message Sign (VMS), dan media lainnya.

Melalui berbagai kesempatan pula, PT JSM juga selalu mengimbau kepada pengguna jalan pada saat masuk gerbang untuk memastikan kecukupan saldo serta menyediakan fasilitas top up tunai saldo UE di semua gerbang tol untuk mengantisipasi saldo kurang pengguna jalan.

_________
Untuk keterangan lebih lanjut:
1. Erfan Affandi
Manager Operasi
PT Jasamarga Surabaya Mojokerto
Gedung MNA
Jl. Raya Taman Plaza Waru I & Ramp
Sidoarjo 61257
Telp. (031) 787 9994 / 787 9995

2. Dwimawan Heru
Corporate Communication & Community Development Group Head
PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah
Jakarta 13550
Telp. (021) 841 3526 / ext. 117/118