Kebijakan Sistem Mutu

mutu-2.jpg 

PT Jasa Marga (Persero) Tbk adalah Perusahaan yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 04 Tahun 1978 pada tanggal 1 Maret 1978. Tugas utama Jasa Marga adalah merencanakan, membangun, mengoperasikan dan memelihara jalan tol serta sarana kelengkapannya agar jalan tol dapat berfungsi sebagai jalan bebas hambatan yang memberikan manfaat lebih tinggi dari pada jalan umum (bukan tol).

Dalam rangka mencapai tujuan PT. Jasa Marga (Persero) Tbk untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada pelanggan mengantisipasi perkembangan jalan tol di Indonesia serta membentuk pola pengorganisasian yang memiliki kesamaan untuk mendukung pengelolaan bisnis yang optimal dan harmonis, dikembangkan Jasa Marga Integrated Management System dengan nama JM WAY yang mengintegrasikan ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO/DIS 45001:2016, dan Baldrige Criteria.

Kebijakan Mutu ini menjadi kerangka kerja untuk menentukan sasaran JM WAY dan komitmen untuk memenuhi persyaratan yang diterapkan serta memperbaiki Integrated Management System secara berkesinambungan.

Sistem Kerja JM Way

Jasa Marga Integrated Management System (JM IMS) terbentuk dengan pendekatan proses yang diintegrasikan dari hasil identifikasi proses kerja sesuai Visi, Misi, produk dan kompetensi Inti PT Jasa Marga. Integrasi dari proses-proses tersebut termasuk interaksi diantara proses-proses yang digambarkan dalam suatu bagan alir Sistem Kerja (Work System). Sistem Kerja PT Jasa Marga (Persero) Tbk adalah gambaran secara menyeluruh proses-proses dalam organisasi yang  merupakan bagaimana pekerjaan organisasi dilaksanakan.  Sistem kerja melibatkan tenaga kerja, pemasok dan mitra kunci, kontraktor, dan komponen rantai pasokan lainnya yang dibutuhkan untuk memproduksi dan me-deliver produk, layanan, serta proses bisnis dan pendukung.  Sistem kerja terdiri dari proses kerja internal dan sumber daya eksternal yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan memproduksi, me-deliver-nya kepada pelanggan, dan agar sukses di pasar. 

Sistem Kerja tersebut mengintegrasikan beberapa Sistem Manajemen yang diimplementasikan PT Jasa Marga (Persero) Tbk meliputi persyaratan Standar Internasional ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO/DIS 45001:2016, dan Baldrige criteria. Proses-proses tersebut diklasifikasikan berdasarkan jenis dan status pentingnya proses dilihat dari hubungannya terhadap realisasi produk atau proses produksi. Klasifikasi proses-proses tersebut dikelompokkan menjadi empat  kategori proses, yaitu:

1.    Proses Inti (Core Process)

Proses Inti adalah proses yang dilaksanakan atas dasar dorongan permintaan Pelanggan dan Stakeholders lainnya berupa produk & layanan, sehingga persyaratan tersebut dapat dipenuhi dalam produk yang ditawarkan untuk menciptakan kepuasan pelanggan.

2.    Proses Pendukung (Support Process)

Proses Pendukung adalah proses-proses yang muncul atas dasar kebutuhan karena adanya proses inti atau proses perencanaan yang hasilnya secara langsung maupun tidak langsung mendukung proses inti. Dilihat dari sifat proses, proses pendukung juga merupakan proses penting di PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebab tanpa proses ini pelaksanaan proses inti tidak akan bisa dilaksanakan.

3.    Proses Perencanaan (Planning Process)

Proses Perencanaan adalah proses-proses yang dilaksanakan atas dasar rencana bisnis dan sasaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Proses ini dimaksudkan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan lingkungan bisnis, baik internal maupun eksternal, sehingga konsistensi mutu produk dan kinerja organisasi tetap bisa terpelihara.

4.    Proses Tinjauan & Perbaikan (Review & Improvement Process)

Proses Tinjauan dan Perbaikan adalah proses-proses yang dilaksanakan dengan melihat hasil dari berbagai elemen Sistem Kerja yang memerlukan adanya perbaikan/penyempurnaan. Berkaitan dengan upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas PT Jasa Marga (Persero) Tbk secara berkesinambungan. Secara spesifik aktivitas yang terdapat pada proses ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan kepatuhan dan konsistensi terhadap implementasi JM IMS.