|
32 Tahun Rekam Jejak dalam Membangun dan Mengoperasikan Jalan Tol. Selama 32 tahun keberadaan jalan tol di Indonesia Jasa Marga terbukti dan berpengalaman dalam membangun dan mengoperasikan jalan tol di Indonesia. Dimulai dari Jalan Tol Jagorawi tahun 1978 dan hingga yang terakhir Jalan Tol Cipularang tahun 2003 serta JORR ruas Jatiasih-Cikunir pada tahun 2007 Jasa Marga telah mempunyai 13 ruas jalan tol yang kesemuanya dibangun dan dikelola sendiri oleh Jasa Marga. Jasa Marga Saat Ini Adalah ‘Leader’ di Industri Jalan Tol di Indonesia. Total panjang jalan tol yang dimiliki oleh Jasa Marga adalah 531 km atau 76% dari panjang jalan tol di Indonesia yang mencapai 693 km. Jalan-jalan tol yang sudah beroperasi merupakan aset Perusahaan yang berpotensi untuk terus berkembang dengan penambahan perolehan konsesi yang terkoneksi dengan jalan tol yang sudah ada. Volume lalu lintas yang telah terbentuk yang dimiliki Jasa Marga akan semakin tinggi lagi dengan jalan tol-jalan tol baru yang nantinya akan terhubung. Lima tahun kedepan Jasa Marga akan fokus pada penyelesaian 7 ruas jalan tol baru yang telah dimiliki konsesinya oleh Jasa Marga yaitu Bogor Ring Road yang terkoneksi dengan ruas Jagorawi, Gempol-Pasuruan yang terkoneksi dengan Jalan Tol Surabaya-Gempol, Semarang-Solo yang terkoneksi dengan Jalan Tol Lingkar-Semarang, Cengkareng-Kunciran dan Kunciran-Serpong yang terkoneksi dengan ruas Jakarta-Tangerang, JORR dan Jalan Tol Sedyatmo serta penyelesaian JORR W2 Utara dan ruas Surabaya-Mojokerto yang terkoneksi dengan ruas Surabaya-Gempol. Dengan pengalaman dan prospek yang jelas Jasa Marga akan tetap menjadi pemimpin dalam industri jalan tol di Indonesia. Penguasaan Pangsa Pasar Baik dari Segi Panjang Jalan Maupun Volume Lalu Lintas. Lokasi-lokasi jalan tol yang dimiliki oleh Jasa Marga terletak di kota-kota besar yang mempunyai perkembangan perekonomian yang tinggi dan memerlukan infrastruktur jalan bebas hambatan. Enam ruas jalan tol yang ada terletak di Jabotabek dan mempunyai volume lalu lintas harian yang sangat tinggi. Selebihnya terletak di kota besar lainnya di Pulau Jawa seperti Surabaya, Bandung, Semarang, Cirebon dan di Sumatera Utara yaitu di Medan. Terdiversifikasinya lokasi jalan tol yang dimiliki oleh Jasa Marga memberikan fundamental yang kuat sebagai korporasi yang menjalankan bisnis di industri jalan tol untuk terus berkembang. Kontribusi Jasa Marga Dalam Pembangunan Ekonomi Bangsa. Eksistensi Jasa Marga dalam pembangunan dan pengoperasian jalan tol selama 32 tahun di Indonesia masih bisa dikatakan dominan. Suatu fakta, bahwa keberadaan jalan tol itu sendiri membawa dampak terhadap akselerasi pembangunan wilayah. Kita bisa saksikan sendiri bahwa disepanjang koridor wilayah yang dilalui jalan tol pembangunan perumahan, bisnis dan industri berkembang secara signifikan dibandingkan dengan sebelum dibangunnya jalan tol. Hal ini terjadi karena terciptanya akses untuk transportasi yang lebih efisien. Terbangunnya sentra-sentra industri, bisnis, niaga dan pemukiman tentu akan membawa dampak turunan yaitu terciptanya lapangan kerja baru dan terbukanya daerah-daerah yang terisolir sehingga meningkatkan nilai dan kualitas aset properti disuatu daerah. Bisa dikatakan bahwa pembangunan jalan tol membawa multiplier effect bagi pembangunan ekonomi wilayah karena mendorong terciptanya kegiatan-kegiatan ekonomi di sektor riil. Peningkatan Terhadap Kualitas Pelayanan. Standar pelayanan industri jalan tol Indonesia telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 392/PRT/M/2005 tanggal 31 Agustus 2005, oleh karena itu Jasa Marga akan terus mewujudkan terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui program-program peningkatan pelayanan transaksi, pelayanan konstruksi dan pelayanan lalu lintas. Selain dengan memenuhi SPM tersebut Jasa Marga telah melakukan upaya modernisasi dibidang pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pembayaran. Jasa Marga kini memperkenalkan transaksi elektronik atau Electronic Toll Collection (ETC) yang akan mempercepat waktu transaksi bagi pengguna jalan serta kemudahan pembayaran yang nantinya akan berlaku di seluruh jalan tol di Indonesia. Dibidang pelayanan konstruksi, Jasa Marga secara rutin melakukan pelapisan ulang untuk mempertahankan kekesatan jalan dan zero pothole serta melakukan pelebaranpelebaran pada ruas-ruas yang telah mencapai rasio kapasitas volume lalu lintas yang tinggi. Dibidang pelayanan lalu lintas Jasa Marga telah memordenisasi pelayanan berupa pemasangan CCTV, Variable Message Sign (VMS) serta adanya Traffic Information Center yang terpadu. Perusahaan Terbuka dan Modern. Jasa Marga telah menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Pemerintah melepas 30% sahamnya kepada masyarakat pada tanggal 12 November 2007.
|