Direktur Utama PT MLJ Jadi Pembicara Webinar Penerapan Aspek Sosial dan Lingkungan Dalam Pembangunan Jalan Tol

11/26/2020 12:52:24 AM
Berita

Direktur Utama PT MLJ Jadi Pembicara Webinar Penerapan Aspek Sosial dan Lingkungan Dalam Pembangunan Jalan Tol

Direktur Utama PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) Ari Wibowo menjadi salah satu pembicara dalam Webinar “Penerapan Aspek Sosial dan Lingkungan Dalam Pembangunan Jalan Tol: Studi Kasus”, yang diselenggarakan oleh PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) bekerja sama dengan Bisnis Indonesia, beberapa waktu yang lalu. 

Selain Ari Wibowo, terdapat beberapa pembicara di acara tersebut, yakni Direktur Utama IIF Reynaldi Hermansjah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, Ketua Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Subakti Syukur, Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri Arie Irianto dan Direktur Utama PT Pemalang Batang Toll Road Supriyono. 

Dalam pemaparannya, Ari Wibowo menjelaskan bahwa PT MLJ selalu mengutamakan aspek keamanan, keselamatan, lingkungan hidup dan hubungan baik dengan masyarakat disekitar wilayah jalan tol. 

“Pada saat masa pembebasan lahan dan konstruksi, kami memindahkan masjid dan mushola serta pengobatan gratis dan sumbangan peralatan sekolah di wilayah yang terdampak pembangunan jalan tol. Kemudian di masa operasi, PT MLJ memberikan bantuan penanganan banjir yang menggenangi jalan arteri di sekitar jalan tol, tepatnya di Meruya Utara, Jakarta Barat. Saat itu, PT MLJ menyediakan tiga unit pompa submersible dengan kapasitas masing-masing 150 liter per detik, lalu mendirikan posko pengendalian banjir dan menyalurkan logistik harian petugas posko,” katanya. 

Ia menuturkan bahwa dalam melaksanakan pembangunan jalan tol, selain mempertimbangkan aspek teknis konstruksi dan efisiensi, PT MLJ tetap menjaga aspek lingkungan hidup dan masyarakat sekitar wilayah tol. 

“Untuk menjaga kelestarian resapan air di sekitar wilayah Jalan Saidi Raya, Jakarta Selatan, maka PT MLJ melakukan pembangunan jalan tol secara elevated (KM 15+150) dan tidak melakukan penimbunan tanah. Dengan demikian, daerah resapan air tetap terbuka sehingga risiko banjir yang dihadapi masyarakat sekitar dapat berkurang,” imbuhnya. 

Ia menambahkan bahwa untuk mengurangi polusi udara dan suara di jalan tol, PT MLJ melakukan penanaman pohon bambu di area yang berdekatan dengan perumahan antara lain di daerah Joglo, Meruya dan sekitarnya. 

“Penanaman pohon bambu ini berfungsi sebagai sound barrier untuk meredam kebisingan, juga untuk mengurangi polusi debu dan tentunya juga sebagai penghijauan,” tambahnya.