GM Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Dampingi Dirjen Hubdat Tinjau Kecelakaan Cipularang

9/7/2019 5:34:47 PM
Berita

General Manager (GM) Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, A.J Dwi Winarsa mendampingi Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi saat meninjau para korban kecelakaan lalu lintas di Tol Cipularang Km 91 arah Jakarta. Para korban tersebut di rawat di Rumah Sakit Umum dr Abdul Rajak Purwakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Hubdat menyoroti penyebab kecelakaan yang telah menelan 9 korban jiwa. Selain itu, Dirjen Hubdat juga melakukan koordinasi dengan Kepolisian dan instansi terkait lainnya, termasuk Jasa Marga.

“Kementerian Perhubungan dan Komisi V DPR menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa kecelakaan ini. Kami masih melakukan penyelidikan atas penyebab kejadian ini dan Pemerintah akan melakukan langkah-langkah perbaikan kondisi jalan yang rawan kecelakaan agar kejadian ini tidak terulang,” kata Budi.

Menurutnya Km 90 sampai Km 100 ini menjadi perhatian khusus, mengingat di lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan.

“Kita akan melakukan treatment khusus di lokasi yang sama, yaitu di sekitar Km 90 sampai dengan Km 100 karena informasinya di lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan. Apalagi kondisi jalan di kilometer tersebut ada tikungan sekaligus turunan,” katanya.

Menurut Budi, sebelum terjadi kecelakaan, sebenarnya Jasa Marga selaku operator Jalan Tol Cipularang telah melakukan perbaikan-perbaikan terutama yang menyangkut fasilitas keselamatan di ruas tol tersebut, baik untuk perambuan maupun marka jalan.

“Kita sudah memasang marka mengenai batas kecepatan di Km 90 sampai Km 100, yaitu 80 Km/jam, juga rambu-rambu keselamatan lainnya. Tapi jika masih juga terjadi kecelakaan di ruas tersebut, ini artinya kita butuh treatment khusus, baik dari sisi infrastrukturnya, maupun dari sisi perilaku pengguna jalannya,” ujar Budi.

Selaku Dirjen Hubdat, Budi juga mengagendakan rapat koordinasi berupa Focus Group Discussion (FGD) kepada instansi-instansi terkait untuk melakukan kajian sekaligus mencari masukan terhadap kondisi jalan yang rawan kecelakaan.